Blogger Jateng

Contoh Makalah Pembuatan Laporan Permainan Outbound

Kata Pengantar

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikanrahmat serta nikmat-Nya.

Dalam rangka mengembangkan potensi dan keterampilan siswa di luar kelas, kegiatan outbound telah dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan soft skill siswa. Dalam laporan ini, kami akan memaparkan kegiatan permainan outbound yang telah dilaksanakan.

Laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan permainan outbound, serta evaluasi terhadap kegiatan tersebut. Diharapkan laporan ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca.

Kami berharap laporan ini dapat memberikan wawasan yang lebih baik mengenai pentingnya kegiatan non-akademik dalam mengembangkan potensi dan keterampilan siswa di luar kelas.

DAFTAR ISI

Halaman Judul i

Kata Pengantar ii

Daftar Isi iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Permainan Outbound

B. Tujuan dari Permainan Outbound

C. Waktu dan Tempat Dilakukannya Permainan Outbound

BAB II PEMBAHASAN

A. Nama Permainan Outbound

B. Pengenalan Permainan Guard vs Runner

a. Konsep Permainan

b. Tujuan Pemain

c. Peraturan Permainan

d. Pembagian Point

BAB III PENUTUP

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Permainan Outbound

Outbound adalah kegiatan di alam terbuka. Outbound juga dapat memacu semangat belajar dan motivasi pengembangan diri. Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas seseorang.

B. Tujuan Kunjungan Permainan Outbound

Permainan outbound bertujuan untuk mengembangkan keberanian, kepercayaan diri serta kekompakan. Hal ini dikarenakan hampir semua permainan outbound dilakukan secara berkelompok dengan jumlah anggota tertentu. Selain itu, permainan outbound lebih sering dilakukan di luar ruangan.

C. Waktu dan Tempat Permainan Outbound Dilaksanakan

Waktu : 6 Februari 2023

Tempat : Lapang Belakang SMKN 1 Purwakarta

BAB II

PEMBAHASAN

1. Nama Permainan Outbound

Guard vs Runner

2. Pengenalan Permainan Guard vs Runner

a. Konsep Permainan

Permainan terdiri dari 2 tim, masing-masing tim terdiri dari 6 pemain. Salah satu tim akan menjadi Guard dan tim satunya lagi akan menjadi Runner. Masing-masing pemain yang menjadi Guard akan diberi masing-masing 1 Basehome perorang. Runner memiliki jangkauan rotasi lebih luas dibandingkan Guard, Guard akan diberi batasan rotasi pada jarak tertentu (Bravezone). Para Runner akan aman jika berdiam diluar Bravezone, dikarenakan Guard tidak bisa melewati Bravezone. Posisi Runner saat permainan dimulai dibebaskan untuk berada dimana pun (masih di dalam lapangan permainan dan diluar Bravezone). Posisi Guard saat Permainan dimulai diwajibkan untuk berdiri di masing-masing Basehome.

Hero adalah Seorang Runner yang sudah berhasil menginjak Basehome salah satu Guard. Hero memiliki batasan rotasi yang sama seperti Guard (Bravezone). Posisi Hero saat permainan dimulai diwajibkan untuk berdiri di Basehome yang dia injak sebelumnya.

Permainan dimulai saat wasit meniup peluit. Waktu permainan 1 babak adalah 2 menit, permainan diadakan sebanyak 2 babak yang mana saat pergantian babak ke-2 juga tim akan berganti peran bermain (Runner » Guard , Guard » Runner). Pemenangan ditentukan dengan tim yang memiliki Point lebih tinggi.

b. Tujuan Pemain

Runner : Setelah peluit ditiupkan, Runner bisa langsung bergerak bebas. Satu satunya tujuan Runner adalah hanya untuk menginjak Basehome salah satu Guard, dan menjadi Hero. Dengan cara apapun (Strategi, kerjasama, plan, dll).

Guard : Setelah peluit ditiupkan, Guard sudah bisa bergerak bebas didalam Bravezone. Tujuan Guard adalah untuk menjaga Basehome dari incaran Runner, dan tujuan Guard yang kedua adalah untuk mengejar Runner dan menyentuh Runner.

Hero : Setelah peluit ditiupkan, Hero sudah bisa bergerak bebas didalam Bravezone. Tujuan Hero adalah Mengganggu para Guard yang ingin mengincar para Runner. Hero sudah kebal terhadap Guard yang memungkinkan untuk bersentuhan fisik.

3. Peraturan Permainan

Runner :

1. Saat Runner melewati batas lapang :

Eliminasi. (Jika kaki.menginjak area luar lapang).

Aman. (Jika hanya anggota tubuh atas yang keluar garis tapi kaki tetap di dalam area lapang).

2. Saat Runner berhasil dikenai oleh Guard :

Runner yang terkena oleh Guard : Tereliminasi.

Permainan : Berlanjut.

3. Saat Runner berhasil menginjak Basehome : Runner menjadi Hero

Guard yang Basehome nya terinjak oleh Runner : Tereliminasi.

Permainan : Berhenti, permainan kembali ke posisi semula dengan pemain yang tersisa. Permainan dimulai kembali oleh wasit.

4. Runner hanya bisa menginjak Basehome yang belum diinjak oleh Runner lainnya.

Guard :

1. Saat Guard melewati Bravezone :

 Eliminasi. (Jika kaki.menginjak area luar Bravezone).

Aman. (Jika hanya anggota tubuh atas yang keluar Bravezone tapi kaki tetap di dalam area Bravezone).

2. Guard diperbolehkan adu body dengan Hero :

Diperbolehkan menggunakan tangan.

Dilarang meng tackle keras.

Hero :

1. Saat Hero melewati Bravezone :

Eliminasi (Jika kaki.menginjak area luar Bravezone).

Aman (Jika hanya anggota tubuh atas yang keluar Bravezone tapi kaki tetap di dalam area Bravezone).

2. Adu body diperbolehkan :

Dilarang menggunakan tangan.

Dilarang meng tackel keras.

3. Pembagian point

Saat Runner tereliminasi : tim Guard mendapatkan 2 point.

Saat Guard tereliminasi : tim Runner mendapatkan 3 point.

Saat pemain melanggar peraturan ringan

(tidak menyebabkan tereliminasi) : tim dari pemain yang melanggar dikurangi 1 point.

Saat Hero tereliminasi : tim Guard mendapatkan 3 point.

BAB III

PENUTUP

       Dalam penutup makalah ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam laporan ini merupakan kegiatan outbound yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial, kerja sama, dan kepemimpinan pada peserta. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif sehingga peserta dapat belajar dengan lebih efektif dan efisien.

       Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerja sama tim, keterampilan kepemimpinan, dan keterampilan komunikasi. Selain itu, kegiatan outbound juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri pada peserta.

       Di akhir laporan ini, saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta dan organisasi atau kelompok yang mereka wakili. Saya juga berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi orang-orang yang ingin mengadakan kegiatan serupa di masa depan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan ini.


Post a Comment for "Contoh Makalah Pembuatan Laporan Permainan Outbound"